Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL ILMIAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL ILMIAH. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 November 2013

PESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN


Pestisida Ramah Lingkungan
Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas, yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus, kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan.

Pestisida juga diartikan sebagai substansi kimia dan bahan lain yang mengatur dan atau menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman.
Sesuai konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama, namun lebih dititiberatkan untuk mengendalikan hama sedemikian rupa hingga berada dibawah batas ambang ekonomi atau ambang kendali. 

BAHAYA STYROFOAM


STYROFOAM? BAHAYA ATAU GA YA????
PADAHAL KAN PRAKTIS? APA YA DAMPAKNYA??

BAHAN PEMBUATAN STYROFOAM
Styrofoam terbuat dari butiran-butiran styrene, yang diproses dengan menggunakan benzana. Trus apa tuh yang membuat Styrofoam jadi bahaya buat kesehatan?  Ya itu tadi, “benzana” yang merupakan bahan kimia berbahaya bagi kesehatan apabila masuk ke dalam tubuh manusia.
Namun bukan berati styrofoam (polystyrene) jadi berkurang dan hilang. Malahan di Indonesia, penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan makin menjamur. Sangat mudah menemukannya dimana-mana. Mulai dari restoran cepat sampai ketukang-tukang makanan di pinggir jalan, menggunakan bahan ini untuk membungkus makanan mereka. Alasannya, ingin praktis dan tampil lebih baik. Padahal di balik kemasan yang terlihat bersih itu ada bahaya besar yang mengancam. Dalam industri, styrofoam sebenarnya hanya digunakan sebagai bahan insulasi. Bahan ini memang bisa menahan suhu, sehingga benda didalamnya tetap dingin atau hangat lebih lama dari pada kertas atau bahan lainnya. Karena bisa menahan suhu itulah, akhirnya banyak yang ‘salah kaprah’ menggunakannya sebagai gelas minuman dan wadah makanan.